Teknik cornering yang benar sangat dibutuhkan oleh setiap pengemudi saat melintasi jalur tol Lampung yang berbahaya dan dipenuhi oleh variasi tikungan tajam berkecepatan tinggi. Karakteristik Tol Trans-Sumatera di wilayah Lampung menyajikan kontur jalan bergelombang, hembusan angin samping yang kuat, serta beberapa tikungan melengkung yang menuntut kestabilan penuh dari kendaraan. Menguasai pengendalian kemudi mobil dengan cara yang tepat akan menghindarkan kendaraan dari bahaya tergelincir, understeer, maupun bahaya oversteer yang kerap memicu kecelakaan fatal di jalur bebas hambatan tersebut.
Teknik cornering yang benar dimulai dengan melakukan pengurangan kecepatan secara bertahap sebelum roda kendaraan mulai memasuki zona belokan. Pengemudi sangat tidak disarankan untuk menginjak pedal rem secara mendadak saat posisi kendaraan sudah berada di tengah-tengah tikungan, karena hal tersebut dapat merusak keseimbangan bobot sasis dan menghilangkan cengkeraman roda. Penentuan garis lintasan yang halus, yaitu masuk dari sisi luar, merapat ke titik dalam tikungan, lalu keluar kembali ke sisi luar, membuat sudut belok menjadi lebih landai dan aman dilintasi.
Posisi pegangan tangan pada lingkar kemudi juga memegang peranan krusial dalam menjaga arah laju kendaraan tetap presisi. Pengemudi harus mempertahankan posisi tangan secara seimbang agar dapat melakukan koreksi arah dengan cepat jika terjadi hembusan angin kencang dari samping. Pandangan mata harus selalu fokus menatap jauh ke depan menuju arah keluarnya tikungan, bukan menatap bagian depan kap mesin semata.
Penggunaan gigi transmisi yang tepat akan memberikan daya dorong dan engine brake yang seimbang sepanjang manuver berlangsung. Menjaga putaran mesin tetap berada pada rentang tenaga ideal memastikan roda memiliki traksi penuh untuk mendorong kendaraan keluar dari belokan dengan lancar. Kestabilan laju mobil pun tetap terjaga tanpa ada guncangan yang tidak perlu pada sistem suspensi.
Kewaspadaan terhadap kondisi permukaan jalan yang sewaktu-waktu berubah akibat cuaca atau sisa tumpahan oli juga harus selalu ditingkatkan. Kesadaran untuk tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang dianjurkan menjadi fondasi utama keselamatan berkendara di jalan tol.
Penerapan gaya mengemudi yang disiplin dan terukur terbukti ampuh menekan risiko bahaya di lintasan berkecepatan tinggi. Pengalaman perjalanan melintasi antar provinsi pun terasa jauh lebih menyenangkan, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang di dalam kendaraan.
