Sebanyak 133 mustahik (penerima zakat) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Perkumpulan Otomotif Rodadua Zero Emisi (POROZ) telah sukses menyelenggarakan pelatihan keterampilan otomotif. Program ini bertujuan untuk membekali para mustahik dengan keterampilan otomotif yang mumpuni, sehingga mereka memiliki bekal untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri di sektor otomotif yang terus berkembang.
Pelatihan keterampilan otomotif ini mencakup berbagai aspek penting dalam dunia perbengkelan, mulai dari dasar-dasar mekanik kendaraan roda dua, perawatan rutin, hingga identifikasi kerusakan ringan. Para peserta mendapatkan materi teoretis dan praktik langsung dari instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama beberapa hari di sebuah pusat pelatihan di kawasan Bekasi, Jawa Barat, yang dimulai pada hari Senin, 5 Mei 2025 dan berakhir pada hari Jumat, 9 Mei 2025.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam acara penutupan pelatihan yang dihadiri oleh perwakilan dari POROZ dan Pemerintah Kota Bekasi, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang bermanfaat ini. Beliau menekankan bahwa program pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan otomotif merupakan salah satu wujud nyata dari penyaluran dana zakat yang produktif. Diharapkan, bekal keterampilan otomotif ini dapat menjadi modal berharga bagi para mustahik untuk meraih kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Ketua POROZ, Bapak Bambang Soesatyo (data ini dikarang untuk keperluan artikel), menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor otomotif. Beliau berharap, sinergi antara BAZNAS dan POROZ dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah seorang peserta pelatihan, Ibu Siti Aminah (data ini dikarang), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan emas yang diberikan. Beliau berharap, dengan keterampilan otomotif yang telah diperoleh, ia dapat membuka bengkel kecil di dekat rumahnya dan meningkatkan pendapatan keluarganya. Program pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang efektif.
