Provinsi Lampung kini tengah bertransformasi menjadi salah satu pusat perhatian otomotif di Sumatra dengan melakukan perombakan besar pada standar penyelenggaraan kejuaraannya. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lampung secara resmi mulai mengadopsi sistem manajemen event yang merujuk pada standar balap ketahanan paling bergengsi di dunia, yaitu 24 Hours of Le Mans di Prancis. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan profesionalisme penyelenggara lokal dalam mengelola balapan, mulai dari koordinasi logistik, pengaturan jadwal yang ketat, hingga standar keamanan penonton yang komprehensif. Dengan kiblat pada Prancis, Lampung berupaya menciptakan ekosistem balap yang teratur dan memiliki nilai jual tinggi bagi sponsor internasional.
Penerapan gaya balap dari Le Mans ini menekankan pada ketahanan dan efisiensi operasional di sepanjang jalannya acara. Di Prancis, manajemen sebuah event balap bukan hanya soal apa yang terjadi di lintasan, tetapi bagaimana ribuan orang di area paddock dan tribun dapat terakomodasi dengan aman dan nyaman. IMI Lampung kini mulai menerapkan sistem zonasi yang ketat di area sirkuit, di mana akses masuk bagi kru tim, media, dan penonton dipisahkan dengan alur yang sangat jelas. Pengaturan ini bertujuan untuk meminimalisir kekacauan di area teknis (pit lane) yang seringkali menjadi titik krusial dalam sebuah perlombaan, memastikan setiap unit medis dan keamanan dapat bergerak tanpa hambatan jika terjadi situasi darurat.
Dalam aspek profesional yang diadopsi ini, Manajemen Event waktu menjadi pilar utama yang tidak bisa ditawar. Standar Le Mans dikenal dengan ketepatan jadwalnya yang sangat presisi; setiap sesi latihan, kualifikasi, hingga seremoni pembukaan harus berjalan sesuai detikan jarum jam. Penyelenggara di Lampung kini menggunakan sistem kontrol terpusat yang terintegrasi dengan perangkat komunikasi digital untuk memastikan seluruh perangkat lomba, mulai dari marshal hingga petugas timing, berada dalam sinkronisasi yang sama. Kedisiplinan waktu ini memberikan kepastian bagi tim balap dan pemegang hak siar, sehingga kemasan acara terlihat lebih elegan dan layak untuk dikonsumsi oleh publik yang lebih luas.
Inspirasi dari Prancis ini juga menyentuh aspek manajemen keberlanjutan dan pengalaman penonton. Di Le Mans, event balap dikemas menjadi sebuah festival besar yang melibatkan pameran teknologi, area kuliner yang bersih, dan fasilitas pendukung yang memadai. IMI Lampung mulai mengimplementasikan konsep serupa, di mana setiap event balap diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM lokal melalui penataan booth yang rapi dan profesional. Selain itu, standar keamanan pagar pembatas dan area evakuasi penonton ditingkatkan sesuai dengan regulasi internasional guna memastikan bahwa kegembiraan menonton balapan tidak tercederai oleh insiden yang merugikan keselamatan warga.
