Upaya nyata ini diwujudkan dengan cara Gandeng UMKM Kuliner yang ada di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Lampung. Pihak organisasi otomotif menyadari bahwa setiap kali sebuah event digelar, ribuan orang akan berkumpul di satu titik, mulai dari pembalap, kru mekanik, hingga penonton dari berbagai daerah. Potensi pasar yang sangat besar ini merupakan peluang emas bagi para pedagang makanan dan minuman lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Dengan memberikan ruang khusus bagi para pelaku usaha kecil, penyelenggara acara otomotif turut berperan dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat tapak.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan Dukungan Logistik yang berkualitas bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam acara. Selama ini, penyediaan konsumsi dalam sebuah event sering kali hanya diserahkan kepada perusahaan katering besar, namun kini paradigma tersebut diubah. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, variasi hidangan yang disajikan menjadi lebih beragam dan kental dengan cita rasa khas daerah. Hal ini tidak hanya memuaskan selera para peserta, tetapi juga memberikan pengalaman wisata kuliner bagi para pendatang yang berasal dari luar Provinsi Lampung. Keberhasilan distribusi logistik yang berbasis pada potensi lokal ini memastikan bahwa perputaran uang tetap berada di lingkup masyarakat sekitar.
Penyelenggaraan kegiatan di Gandeng UMKM Kuliner memiliki standar operasional yang mewajibkan adanya zona kuliner bagi para pelaku usaha mikro. Pihak organisasi memberikan fasilitas berupa area berjualan yang tertata rapi, akses listrik, hingga bantuan promosi melalui kanal media sosial resmi komunitas. Di wilayah Lampung, produk kuliner seperti olahan pisang, kopi, hingga makanan tradisional lainnya menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya nilai dari sebuah ajang otomotif. Integrasi ini membuat sebuah acara balap tidak lagi sekadar tentang siapa yang tercepat di lintasan, tetapi juga tentang bagaimana memberikan dampak positif bagi perut dan kantong masyarakat setempat.
Selain aspek ekonomi, kolaborasi ini juga menyentuh aspek standarisasi kualitas dan kebersihan. Para pelaku usaha kecil yang dilibatkan diberikan pembekalan mengenai cara penyajian makanan yang higienis dan menarik sesuai dengan standar layanan publik. Pihak IMI ingin memastikan bahwa setiap orang yang datang ke acara mereka mendapatkan layanan terbaik dari segala sisi. Kerjasama ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas manajemen mereka dalam menangani pesanan dalam jumlah besar di bawah tekanan waktu acara yang padat. Hal ini merupakan bentuk pemberdayaan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang oleh para pelaku industri kreatif di Lampung.
