Lampung mungkin lebih sering dikenal dengan kopi dan keindahan alamnya, namun di balik itu, terdapat sub-budaya otomotif yang sangat unik dan memiliki karakter yang kuat. Komunitas sepeda dan motor Lowrider menjadi salah satu pilar kreativitas di bawah naungan IMI Lampung yang mulai mendapatkan perhatian luas. Berbeda dengan komunitas balap yang mengejar kecepatan, para penggiat lowrider di Lampung lebih menekankan pada aspek estetika, filosofi kustomisasi, dan semangat persaudaraan yang erat. Keberadaan mereka memberikan warna tersendiri bagi dunia otomotif di Bumi Ruwa Jurai, menunjukkan bahwa otomotif adalah tentang gaya hidup dan ekspresi diri.
Sisi unik dari komunitas ini terletak pada cara mereka memodifikasi kendaraan agar memiliki tampilan “ceper” atau sangat dekat dengan tanah, lengkap dengan aksen krom yang berkilauan dan cat dengan motif yang artistik. Di Lampung, gaya lowrider tidak hanya diaplikasikan pada sepeda, tetapi juga merambah ke motor kustom dengan gaya klasik yang elegan. IMI Lampung berperan dalam memberikan wadah bagi komunitas ini agar karya-karya mereka dapat diapresiasi dalam ajang kontes modifikasi yang resmi. Hal ini penting agar kreativitas mereka tidak hanya sekadar menjadi hobi di gang-gang sempit, tetapi diakui sebagai bagian dari industri kreatif otomotif yang memiliki nilai seni tinggi.
Interaksi sosial di dalam komunitas lowrider ini sangatlah kental dengan nilai-nilai lokal. Mereka sering mengadakan acara berkumpul (gathering) di tempat-tempat ikonik di Lampung, yang secara tidak langsung juga membantu mempromosikan pariwisata daerah melalui dokumentasi kegiatan mereka. Bagi IMI Lampung, komunitas ini adalah aset berharga dalam mengampanyekan keselamatan berkendara dengan cara yang berbeda. Meskipun kendaraan mereka terlihat sangat modifikasi, para anggota lowrider tetap ditekankan untuk mematuhi aturan lalu lintas saat melakukan “cruising” di jalan raya. Mereka membuktikan bahwa tampil beda dan estetik tidak harus berarti melanggar hukum.
Publik mungkin jarang mengetahui bahwa proses pembuatan satu unit lowrider di Lampung memerlukan ketelitian yang luar biasa dan seringkali melibatkan banyak pengrajin lokal. Mulai dari pembuat rangka kustom, ahli krom, hingga seniman airbrush, semuanya berkolaborasi untuk menciptakan sebuah karya yang harmonis. IMI Lampung melihat potensi ekonomi kreatif di balik fenomena ini. Dengan dukungan yang tepat, Lampung bisa menjadi pusat rujukan bagi para pecinta kustomisasi gaya lowrider di tingkat nasional. Ini adalah bentuk diversifikasi hobi otomotif yang memperkaya ekosistem IMI secara keseluruhan, tidak hanya terpaku pada olahraga prestasi saja.
