Merek otomotif Hyundai, melalui PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), secara terbuka menyatakan harapannya agar pemerintah baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat melanjutkan dan memperluas insentif bagi industri otomotif di Indonesia. Usulan ini tidak hanya terfokus pada kendaraan listrik, tetapi mencakup dukungan untuk seluruh segmen kendaraan, termasuk mobil konvensional dan hibrida. Harapan ini muncul di tengah tantangan penjualan mobil nasional yang diperkirakan akan lebih rendah pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Chief Marketing Officer HMID, Budi Nur Mukmin, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah sangat vital bagi keberlangsungan dan pertumbuhan industri otomotif. Meskipun tidak merinci bentuk dukungan yang spesifik, ia menekankan bahwa kebijakan yang positif dan potensi kelonggaran atau insentif akan sangat membantu para pelaku industri. Hal ini sejalan dengan pernyataan Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID, dalam berbagai kesempatan di akhir tahun 2024 dan awal 2025, yang juga berharap pemerintah bisa mengambil keputusan cepat terkait kebijakan yang akan diberlakukan agar industri bisa menyusun strategi yang tepat.
Saat ini, beberapa insentif memang sudah ada, khususnya untuk mobil listrik, seperti pengurangan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan insentif fiskal lainnya. Pemerintah juga mendorong kepemilikan mobil listrik dengan mengurangi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan membebaskan dari aturan ganjil-genap. Namun, merek otomotif seperti Hyundai melihat perlunya insentif yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada satu segmen, mengingat kondisi pasar yang dinamis dan kebutuhan konsumen yang beragam.
Penjualan mobil baru di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan hanya mencapai 850.000 unit secara nasional, turun dari 1 juta unit pada tahun 2023. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi industri otomotif di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah melalui insentif yang menyeluruh diharapkan dapat kembali mendongkrak daya beli masyarakat dan menstimulasi pasar otomotif. Merek otomotif global seperti Hyundai, yang telah berinvestasi besar di Indonesia, tentu berharap kebijakan pemerintah dapat sejalan dengan upaya mereka untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada perekonomian nasional.
Maka dari itu, usulan dari merek otomotif Hyundai ini menjadi cerminan aspirasi industri yang lebih luas. Dengan adanya insentif yang merata dan berkelanjutan, diharapkan industri otomotif Indonesia dapat kembali bergairah, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kebijakan yang pro-industri dan komprehensif akan menjadi pilar penting bagi masa depan sektor otomotif di Tanah Air.
