Materi dasar yang diajarkan oleh IMI Lampung adalah posisi tuck-under yang sempurna. Pembalap dilatih untuk menempelkan dada serapat mungkin ke tangki bensin, menyembunyikan siku dan lutut di dalam profil fairing motor, serta memastikan helm berada di bawah aliran angin dari windshield. Teknik Aerodinamika Tubuh ini bertujuan untuk menciptakan aliran udara yang halus dari bagian depan hingga ke belakang pengendara, mengurangi turbulensi yang bisa menarik motor ke belakang. Di Lampung, para pembalap muda diajarkan untuk menjaga posisi ini secara konsisten, bahkan saat mengalami guncangan angin samping (crosswind) yang sering terjadi di sirkuit-sirkuit dekat wilayah pesisir.
Selain saat di lintasan lurus, pengaturan posisi tubuh saat menikung juga sangat memengaruhi aerodinamika secara keseluruhan. IMI Lampung memberikan instruksi mengenai cara melakukan body shifting yang efektif tanpa mengganggu keseimbangan motor. Saat motor miring, posisi tubuh harus mampu memandu aliran udara agar tetap stabil dan memberikan gaya tekan ke bawah (downforce) tambahan pada ban. Hal ini membantu motor tetap menapak kuat di aspal tanpa harus kehilangan kecepatan akibat hambatan angin yang tidak teratur. Pemahaman mengenai bagaimana aliran udara bergerak di sekitar tubuh pembalap membantu mereka menentukan kapan harus keluar dari perlindungan fairing untuk melakukan pengereman udara (air braking) saat memasuki tikungan tajam.
Latihan penguatan otot leher dan punggung menjadi pendukung utama dalam mempertahankan posisi aerodinamis ini dalam durasi balapan yang lama. Menahan kepala tetap tegak melawan terpaan angin dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam memerlukan kekuatan otot yang luar biasa. IMI Lampung menyarankan program latihan fisik yang spesifik agar pembalap tidak mudah lelah dan tetap mampu menjaga profil tubuh yang rendah hingga putaran terakhir. Dengan penguasaan teknis yang mendalam terhadap aliran udara, diharapkan para pembalap dari Lampung mampu memaksimalkan potensi kendaraan mereka secara optimal, mencatatkan waktu putaran yang lebih tajam, dan menunjukkan bahwa kecerdasan dalam memanfaatkan hukum fisika adalah kunci untuk menjadi yang tercepat di lintasan.
